Jakarta, NatDigital.com — Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan terus dipercepat oleh PT Jasa Marga untuk memperlancar konektivitas antara Jakarta dan Bandung. Jalan tol ini ditargetkan menjadi jalur alternatif yang dapat memangkas waktu tempuh hingga setengah dari kondisi normal. Dengan panjang lebih dari 62 kilometer, proyek ini digadang mampu memangkas perjalanan Jakarta–Bandung menjadi sekitar 45 menit saja.
Tol Japek II Selatan terbagi menjadi tiga seksi utama, yaitu Seksi 1 Jati Asih–Setu sepanjang 9,3 kilometer, Seksi 2 Setu–Taman Mekar sepanjang 24,85 kilometer, dan Seksi 3 Taman Mekar–Sadang sepanjang 27,85 kilometer. Total investasi yang digelontorkan mencapai puluhan triliun rupiah dengan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha. Hingga pertengahan 2025, progres pembangunan telah melewati lebih dari 70 persen.
Selain mempercepat waktu perjalanan, tol ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan di jalur eksisting Tol Jakarta–Cikampek yang kerap padat, terutama saat libur panjang dan akhir pekan. Jasa Marga menyebutkan, keberadaan tol baru ini juga akan membuka akses ekonomi baru di wilayah Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta. Dampak positif lain adalah distribusi logistik yang lebih efisien dari Jakarta ke kawasan industri Jawa Barat.
Menurut perencanaan, tol ini akan terhubung langsung dengan ruas tol Trans Jawa sehingga memudahkan perjalanan jarak jauh ke arah timur Pulau Jawa. Selain itu, pemerintah berharap infrastruktur ini bisa mendukung pertumbuhan kawasan metropolitan Rebana (Cirebon–Patimban–Kertajati) dan mendukung rencana pemindahan industri ke wilayah tersebut. Dengan jalur alternatif yang lebih cepat, potensi investasi di koridor timur Jakarta diyakini semakin meningkat.
Meski begitu, sejumlah pihak menyoroti pentingnya penyelesaian proyek sesuai target tanpa mengurangi kualitas konstruksi. Pemerintah menegaskan, keamanan dan kelayakan tetap menjadi prioritas utama sebelum tol ini benar-benar beroperasi. Jika sesuai jadwal, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan ditargetkan bisa digunakan secara penuh pada akhir 2025, menjanjikan perjalanan Jakarta–Bandung yang lebih singkat dan nyaman.
